Friday, January 27, 2023

Antara Hobi, Berbagi dan Rezeki

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Membicarakan tentang hobi yang menghasilkan? Bagi saya itu pertanyaan mudah namun jawabannya sulit, hehe. Menurut saya hobi adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara rutin/berkala dan menyenangkan.  Dan hobi itu bukan hal wajib ya, karena tidak harus dilakukan setiap hari, pas ada waktu senggang saja.

Saya sendiri yang setiap hari bekerja, hampir tidak punya kegiatan khusus ketika ada waktu senggang atau saat libur kerja setiap pekan. Waktu libur setiap pekan lebih saya gunakan untuk istirahat di rumah, bersantai, menonton televisi, main hape atau mengerjakan pekerjaan rumah lain. Sangat biasa dan tidak ada yang istimewa.

Namun tentu saja di luar sana banyak orang yang mempunyai hobi atau kegiatan khusus ketika mempunyai waktu senggang. Bahkan hobi tersebut tidak hanya menyenangkan diri sendiri, melainkan bisa menghasilkan.

Hobi, Berbagi dan Rezeki

Jadi saya akan bercerita tentang dua orang terdekat saya yang mempunyai pengalaman tentang hobi mereka, yang akhirnya menghasilkan rezeki tersendiri.

Yang pertama adalah bulik saya, atau adik tiri ibu saya, yang sangat pintar, cerdas dan baik. Sejak saya duduk di bangku TK, bulik saya ini sudah menjadi sosok yang lekat dalam alam bawah sadar saya. Beliau seorang yang multi talenta. Selain seorang ibu rumah tangga dengan 8 orang anak, beliau juga berhasil mengeksplor bakat yang ada.

Kesibukan mengurus anak-anak bukanlah halangan bagi beliau untuk menjadi seorang yang ahli memasak, membuat jajanan, menjahit dan menjadi penata rias. Woww. Bagaimana cara membagi waktunya? Entahlah.

Dan tentu saja beberapa hobi beliau tersebut menguntungkan keluarga saya juga. Karena setiap bulik saya membuat jajanan atau masakan, pasti keluarga saya akan diberi hantaran. Kebetulan rumah kami dan rumah bulek berdekatan. Namun bukan hanya kepada keluarga kami saja, bulik juga sering memberi icip-icip ke tetangga lainnya.

Kemudian setiap tahun ajaran baru, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menjahit baju seragam saya dan adik. Karena bulik akan dengan senang hati menjahitkan baju-baju seragam kami tanpa memungut biaya. Selain itu, setiap Hari Lebaran tiba, saya dan keluarga selalu dibuatkan baju baru buat berhari Raya. Alhamdulillah, barakallah bulek.

Dari kebaikan-kebaikan bulik tersebut, kemudian para tetangga mulai memesan jajanan, masakan dan menjahitkan baju ke bulik. Selain itu memang masakan bulik terkenal enak dan harganya terjangkau. Begitu juga dengan jahitan bulek, sangat rapi dan bagus.

Satu lagi hobi bulik adalah merias. Saat itu bulik pernah mengikuti kursus rias pengantian, kemudian suatu saat ikut lomba merias pengantin. Tetapi saya sudah lupa, apakah saat itu bulik memenangkan lomba tersebut atau tidak.

Pastinya sih, saat saya kelas 4 atau 5 SD, waktu memeringati Hari Kartini dan murid-murid diwajibkan memakai pakaian daerah, ibu saya tidak perlu repot mengeluarkan biaya untuk merias saya. Yup, bulik saya lagi-lagi maju menjadi penyelamat dompet ibu saya, hehe.

Namun keahlian bulik merias ini pada akhirnya tidak berlanjut alias berhenti. Mungkin karena kesibukan beliau saat itu.

Saat ini bulik masih banyak menerima pesanan jajanan dan masakan. Bahkan membuka pesanan khusus masakan 'Tahu Gimbal Bu Mustari' yang bisa dipesan secara online. Untuk jasa menjahit, sepertinya bulik juga masih menerima, namun lebih sering menerima pesanan catering.

Saat ini bulik sudah berusia (mungkin) hampir 70 tahun. Alhamdulillah, beliau masih sehat dan masih bisa menghasilkan rezeki sendiri. Sehat-sehat ya bulik. Mungkin saya dan keluarga tidak bisa membalas segala perbuatan baik yang bulik lakukan sejak saya kecil hingga saat ini. Saya hanya bisa berdoa semoga bulik dan keluarga senantiasa sehat, banyak rezeki dan selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.



Cerita yang kedua tentang teman saya. Beliau adalah seseorang yang kreatif, pantang menyerah dan sangat baik. Bahkan disela-sela waktu senggang yang sempit, masih sempat melakukan banyak hal yang positif.

Salah satu pengalaman beliau yang saya lihat sendiri adalah membuat baki lamaran. Jadi ceritanya, ada tetangga teman saya ini yang akan menikahkan putranya. Dari obrolan antar tetangga, jadi tahu kalau tetangga ini kesulitan atau kebingungan mau minta tolong kepada siapa masalah baki lamaran ini. Kemudian teman saya berniat membantu membuatkan baki lamran tersebut. Padahal teman saya belum pernah membuat sama sekali. Namun karena kasihan melihat tetangganya kebingungan, maka beliau bertekad membantu.

Kemudian teman saya ini melihat-lihat di medsos tentang bentuk-bentuk baki lamaran. Dan berusaha mencontoh beberapa bentuk yang sederhana dan mudah. Namun beliau mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Beberapa contoh yang mudah, misalnya membuat masjid dari mukena, bentuk binatang (kelinci) dari handuk dan bunga-bunga dari bahan lainnya. Beliau mengerjakan ini dalam beberapa hari. Beliau juga membeli beberapa bahan untuk mendukung pekerjaan tersebut. Misalnya membeli kertas karton dan beberapa bahan lainnya.

Dan semua ini beliau berikan kepada tetangga tadi secara gratis, beliau bahkan menolak ketika diberi biaya jasa, pun untuk mengganti biaya bahan karton dan lain-lain, dengan alasan hal ini masih belajar dan belum bagus benar.

Sejak itu, teman saya mulai mencari contoh-contoh bentuk baki lamaran yang lain. Semakin lama semakin bertambah bentuk yang dibuat dan semakin bagus hasilnya.

Kemudian ada beberapa permintaan lagi dari tetangga yang minta bantuan dibuatkan baki lamaran. Hasil baki lamaran inipun diberikan secara gratis dan beliau menolak imbalan jasa, dengan alasan yang sama.

Namun ada juga tetangga yang memberikan imbalan dalam bentuk barang atau makanan, dengan demikian teman saya tidak bisa menolak lagi.

Saya pernah bertanya, mengapa beliau menolak menerima imbalan berupa uang. Dan teman saya  menjawab, bahwa itu dilakukan karena suka.

Meskipun tampaknya teman saya tidak menghasilkan apa-apa, tetapi saya yakin bahwa ada hasil tidak terlihat yang teman saya dapatkan. Kepuasan dan kebahagiaan karena telah menolong tetangga. Apalagi jika Allah ridho maka akan ditambahkan kesehatan, keberkahan, terkabulnya doa-doa dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Ahh, bahagia rasaya saya bisa berada diantara orang-orang baik dengan aura positif. Semoga kebaikan-kebaikan beliau-beliau bisa saya terapkan juga.

Semoga jika nanti saya menemukan sebuah hobi diantara waktu senggang, saya juga ingin hobi saya itu akan  menghasilkan suatu kepuasan. Bukan melulu berbuah materi namun sesuatu yang bisa dibagi dan membuat orang bahagia. Aamiin.

Tulisan ini adalah bagian dari kegiatan 1W1P Gandjel Rel, sesion 2 periode 3. Terima kasih Admin GRes yang telah memberi tema 'Hobi yang Menghasilkan', sehingga saya bisa berbagi cerita indah ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...