Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tulisan ini adalah tema terakhir atau periode ke-8 dari kegiatan 1W1P Gandjel Rel sesi 2. Tema yang diberikan juga sangat pas sekali dengan momentum penting Komunitas Gandjel Rel, yaitu Ultah ke-8 Gandjel Rel, tepatnya pada tanggal 22 Februari 2023 lalu.
Selamat bertambah usia bagi komunitas blogger perempuan Semarang yang sangat keren ini. Semoga semakin menginspirasi dan menjadi wadah bagi kami para anggota, dengan berbagai kegiatan, terutama kegiatan ngeblog bareng seperti ini.
Sekilas tentang komunitas Gandjel Rel Semarang, adalah sebuah komunitas blogger perempuan di Semarang dan sekitarnya. Adapun pendiri (founder) komunitas ini adalah 5 orang blogger keren, yaitu Mbak Dewi Rika, Mbak Lestari, Mbak Rahmi Aziza, Mbak Uniek Kaswarganti, dan Mbak Wuri Nugraeni. Komunitas ini berdiri pada tanggal 22 Februari 2015.
Jadi bagi teman-teman yang merasa seorang blogger perempuan, bertempat tinggal di Semarang atau sekitarnya, dan belum bergabung bersama kami, silakan bergabung yaa.
Pada ulang tahun yang ke-8 ini, komunitas Gandjel Rel mengadakan acara syukuran sekaligus berbagi ilmu dengan tema "Selebrasi 8th Gandjel Rel dan sharing session Public Speaking For Blogger", bersama Bang Odi Imelda FM.
Alhamdulillah, acara ini telah terselenggaran dengan lancar dan sukses pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 2023, bertempat di Warung Kopi Alam, Jalan Singosari Semarang. Jalannya acara tentu saja sangat seru dan menarik. Apalagi anggota yang hadir kurang lebih berjumlah 30 peserta, sudah ketebak betapa hebohnya, hehe.
Dengan dipandu MC Mbak Noorma Fitriana, acara demi acara terlewati dengan lancar dan pastinya sangat seru. Selain acara inti berbagi ilmu cara berbicara yang baik, acara lain yang tidak kalah seru adalah adalah pembagian hadiah bagi pemenang lomba blog, pembagian doorprize dan tukar-menukar kado. Bisa dibayangkan dong, betapa hebohnya acara ini.
Untuk acara sambutan, tentu saja Mbak Rahmi Aziza sebagai ketua komunitas ini memberikan sambutan, salah satunya mengenai alasan memilih tema public speaking. Yaitu karena saat ini banyak blogger yang diundang untuk menjadi pembicara. Biasanya diminta untuk mengisi acara yang ada hubungannya dengan kepenulisan. Nah, untuk menjadi pembicara yang baik tentu harus menguasai teknik berbicara yang baik pula. Untuk itulah Komunitas Gandjel Rel mengundang Bang Odi, yang akan berbagi ilmu mengenai cara berbicara yang baik di depan umum.
Sambutan berikutnya, ada pesan penting dari Mbak Uniek (salah satu founder), yang mengingatkan bahwa kami tetap harus punya semangat ngeblog. Jangan jadikan blog kita sebagai sarang laba-laba. Hehe, ini sih persis seperti blog saya sebelum ada kegiatan 1W1P Gandjel Rel, Mbak. Setelah ikut kegiatan 1W1P Gandjel Rel, sudah lumayan ada tanda-tanda kehidupan.
Sebelum acara puncak ini, komunitas kami juga mengadakan lomba blog khusus untuk menyambut ultah yang ke-8 ini. Peserta lomba bukan hanya anggota saja, melainkan dibuka juga untuk umum. Dengan mengambil tema yang menarik yaitu 'Menulis vs Berbicara di Depan Umum', lomba ini berlangsung sejak tanggal 1 Februari 2023 sampai dengan tanggal 14 Februari 2023. Pengumuman sekaligus pemberian hadiah sudah dilaksanakan pada saat acara puncak tersebut di atas.
Dan tentu saja, acara inti yang sudah sangat dinanti yaitu sharing tentang public speaking oleh Bang Odi, mendapatkan perhatian tersendiri dari para peserta.
Bang Odi atau Dodi Setiadi adalah penyiar Radio Imelda Semarang. Pada kesempatan kali ini Bang Odi menjadi pengisi materi public speaking denga tema 'Dari Penulis Menjadi Pembicara'. Hhmm, sebuah tema yang bikin penasaran yaa.
Secara garis besar isi materi Bang Odi adalah sebagai berikut:
1. Persamaan antara blogger dan pembicara, adalah:
- Mencar referensi (bisa lewat buku, observasi dan lainnya), menulis sesuai topik yang akan dibahas, latihan, praktik dan mengevaluasi.
2. Perbedaan antara blogger dan pembicara, adalah:
- Blogger berekspresi lewat tulisan, sedangkan pembicara lewat lisan.
- Blogger membaca dalam hati, sedangkan pembicara dengan suara keras.
- Blogger menyampaikan pendapat dengan tulisan, sedangkan pembicara dengan suara dan bahasa tubuh.
3. Beberapa kualifikasi yang harus dimiliki pembiacara, adalah:
- Memiliki aura yang positif, terbuka, ramah dan mudah akrab dengan pemirsa.
- Efektif dan efisien.
- Dinamis dan tidak monoton, supaya pemirsa tidak bosan.
- Bersikap terbuka.
- Mentransfer ilmu pengetahuan.
4. Modal Penting (Primer) Menjadi Pembicara, adalah:
- Harus menguasai materi dengan baik.
- Harus memahami audiens. Harus tahu siapa yang hadir, karena penonton anak-anak atau orang dewasa pasti harus membawakan materi sesuai dengan penontonnya.
- Harus berinteraksi aktif dengan penonton.
- Harus yakin dan percaya diri, supaya penonton lebih mudah menerima materi yang dibawakan.
5. Modal Sekunder Menjadi Pembiacara, adalah:
- Selain hal-hal di atas, kita juga harus belajar tentang teknik vokal, teknik pernafasan, bahasa tubuh dan penampilan yang cocok menjadi pembicara.
6. Modal Tertsier Menjadi Pembicara, adalah:
- Sedangkan menjadi pembicara yang fun dan humoris, adalah kebutuhan tersier. Hal ini tidak perlu dipaksakan, karena seiring bertambahnya jam terbang, maka kemampuan menjadi humoris akan semakin meningkat.
Demikianlah materi tentang public speaking 'Dari Penulis Menjadi Pembicara', yang disampikan oleh Bang Odi. Bagi saya pribadi materi ini sangat penting sebagai bekal untuk belajar lebih dalam, supaya bisa menjadi pembicara yang baik.
Sekali lagi selamat ulang tahun ke-8 untuk Komunitas Gandjel Rel. Semoga tambah semangat untuk memompa anggotanya supaya tetap rajin ngeblog. Dan untuk ulang tahun berikutnya akan memberikan materi-materi keren lainnya.
Dan semoga kegiatan 1W1P Gandjel Rel ini akan berlanjut untuk sesi 3 dan sesi-sesi selanjutmya. Semoga kegiatan 1W1P GR ini akan terus 'memaksa' saya untuk rajin ngeblog meskipun hanya 1 pekan sekali. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Catatan: Karena saya tidak bisa hadir di acara ini, maka materi tulisan ini sebagian saya ambil dari tulisan Mbak Dewi Rika dan Mbak Wati.
Foto: Dari WAG Komunitas GR
No comments:
Post a Comment