Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Mengenai film, saya bukan termasuk orang yang harus nonton film terbaru di bioskop. Justru sebaiknya, saya adalah penonton film di televisi. Artinya ketika film tersebut baru saya tonton di televisi, maka ia sudah tampil di bioskop sejak beberapa tahun yang lalu, hehe. Namun saya tidak pernah merasa ketinggalan karena hal tersebut. Bagi saya, film yang saya tonton adalah film baru versi saya, meskipun orang lain sudah menonton itu sejak bertahun-tahun lalu. Ini kelebihan nonton film di rumah daripada di bioskop .
Dari banyaknya film yang telah saya nonton selama ini, tentu saja ada banyak yang merupakan favorit saya. Tidak akan selesai dalam sehari jika saya sebutkan satu-persatu, hehe. Khusus untuk hari ini, saya akan memilih 3 film favorit dari sekian banyak, yang akan saya ceritakan kembali.
1. Twister
Film ini bercerita tentang bagaimana usaha manusia menciptakan teknologi untuk menaklukkan bencana alam. Atau setidaknya memprediksi kapan bencana alam (khususnya badai/angin tornado) datang, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dan mengurangi dampak buruk dari bencana alam tersebut.
Pemandangan dalam film ini sangat mengerikan. Yaitu menggambarkan terjangan badai tornado, kerusakan hebat akibat badai, kehilangan orang-orang tercinta, usaha keras untuk terhindar dan selamat dari terjangan badai.
Namun ada juga pemandangan indah yang tersaji diantara kerusakan-kerusakan, yaitu ketika kita memandang dari jauh, bagaimana badai ini menjelma menjadi penari twist yang meliuk-liuk bebas dan tidak ada yang bisa menghalanginya. Seolah-olah ia sedang melakukan pertunjukan di panggung dan semua mata tertuju kepadanya dengan takjub. Ia sedang pamer kemahirannya dalam menari. Tarian indah yang mengerikan.
Dibintangi oleh Helen Hunt dan Bill Paxton sebagai pemeran utama. Dalam film ini mereka adalah para pemburu badai sekaligus seorang ahli meteorologi dan mantan peneliti cuaca. Mereka bersama krunya bekerja keras untuk mempelajari sifat-sifat, ciri-ciri dan bagaimana badai itu bekerja.
Kadang mereka berada sangat dekat dengan pusat badai, bahkan pernah masuk ke dalam pusaran badai. Menakjubkan. Mereka berkejaran dengan badai demi mengetahui rahasianya. Mereka membangun perangkat penelitian angin tornado, dengan harapan alat tersebut bisa memberikan peringatan dini sebelum badai tornado datang.
Film ini penuh dengan efek visual yang menakjubkan. Diproduksi pada tahun 1996, dan mengambil lokasi di Amerika, merupakan salah satu film yang paling banyak di tonton di dunia saat itu.
Bencana alam bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, baik bisa diprediksi maupun tidak. Termasuk di negara kita Indonesia. Film ini mengingatkan saya bahwa pada dasarnya manusia itu sangat lemah jika dibandingkan dengan alam semesta yang begitu besar. Tugas manusia adalah berikhitiar sebaik mungkin untuk kepentingan umat manusia itu sendiri. Selebihnya hanya kepada Tuhan kita bergantung, berdoa untuk kebaikan dan pasrah kepada takdir.
2. The Others
Ini adalah film gabungan genre horor dan thriller, meskipun menurut saya lebih banyak kesan thrillernya. Sebenarnya saya tidak suka film horor karena saya penakut. Namun menonton film ini bukan ketakutan yang saya rasakan namun rasa penasaran dari satu adegan ke adegan lainnya. Dan nyatanya tidak ada sosok hantu yang digambarkan secara menakutkan atau kekagetan-kekagetan khas film horor.
Kesan menyeramkan justru terlihat dari latar lokasi yang dari awal sampai akhir selalu gelap, rumah besar dan area pemakaman. Hanya ada cahaya lilin dan penerangan yang minim sepanjang durasi film. Inti film ini adalah upaya seorang ibu yang berusaha mencari hantu di rumahnya, yang telah mengganggu anak-anaknya.
Menceritakan tentang sebuah keluarga kecil, yang hidup di Kota Jersey Inggris pada tahun 1945, dimana perang dunia baru saja usai. Keluarga ini terdiri dari seorang ibu, Grace dan dua orang anak, Anne dan Nicholas. Adapaun sang ayah pergi ikut perang dan tidak pernah kembali lagi.
Keluarga ini selalu tinggal dalam kegelapan karena Anne dan Nicholas mengidap kelainan yang tidak bisa terpapar sinar matahari. Ketika malam mereka hanya diterangi cahaya lilin, dan mereka juga tidak pernah keluar rumah.
Kemudian Grace mempekerjakan 3 asisten rumah tangga, seorang wanita tua, seorang tukang kebun dan seorang gadis bisu. Wanita tua ini kemudian bercerita bahwa dulu ia pernah bekerja di rumah ini pada pemilik sebelumnya. Ia juga bercerita tentang keanehan-keanehan di rumah itu.
Sejak itu banyak kejadian aneh yang dirasakan keluarga ini. Mulai dari suara-suara langkah kaki, penampakan seorang anak laki-laki, dan lain-lain. Karena penasaran, kemudian Grace mulai menyelidiki rahasia apa yang tersembunyi di rumahnya. Dia menggeledah seisi rumahnya dan bahkan memeriksa area pemakaman di dekat rumahnya.
Sampai suatu ketika dia menemukan bukti bahwa ketiga pembantunya ternyata sudah meninggal. Jadi selama ini mereka adalah hantu yang bergentayangan. Dan Grace juga menemukan fakta bahwa suaminya sudah meninggal karena perang. Perasaannya bercampur aduk, antara sedih dan ketakutan. Dia berusaha melindungi kedua anaknya.
Suatu hari dia mengetahui bahwa di loteng ada seorang dukun yang sedang mengadakan upacara pemanggilan arwah. Grace bergegas mendatangi dukun itu. Dan kemudian semuanya terungkap dengan jelas.
Saya sangat terkejut ketika mengetahui endingnya. Sebuah plot twist yang tidak terduga. Dan ini benar-benar terungkap pada menit-menit akhir. Ternyata tidak hanya manusia saja yang pernah lupa diri, namun hantu juga, hehe.
Pemeran utama di film ini adalah Nicole Kidman dan Fionnula Flanagan. Dirilis pada tahun 2001, dan mendapatkan beberapa penghargaan.
Film ini mengingatkan saya bahwa selain manusia masih ada mahluk lain yang hidup di sekitar kita. Yaitu jin, mahluk ciptaan Tuhan juga, namun di alam yang berbeda dengan manusia. Dan manusia cukup mengetahui keberadaannya, tanpa harus berinteraksi dengan mereka. Allah melarang kita untuk bergaul dengan jin, apalagi meminta pertolongan kepada mereka. Manusia dan jin hidup dengan cara masing-masing, tidak perlu bersentuhan. Satu-satunya persamaan antara manusia dan jin adalah, bahwa manusia dan jin sama-sama diciptakan untuk beribadah kepada Allah.
3. Sommersby
Hhhmmm, film ini mungkin mempunyai penilaian berbeda bagi setiap orang, tergantung sudut pandangnya. Bagi saya, film ini ada baik buruknya. Tergantung dari penilaian masing-masing orang. Jadi kita harus pandai-pandai memilah, yang baik boleh diambil namun yang tidak baik sebaiknya ditinggalkan.
Cerita ini bermula dari seorang laki-laki yang baru keluar dari penjara. Kemudian ia pulang ke kampung halamannya yang palsu, bertemu dengan istrinya yang palsu dan kembali berbaur dengan lingkungannya yang palsu. Mengapa semuanya palsu?
Ternyata selama di penjara, ia bertemu dengan seorang teman kemudian berbagi rahasia kehidupan dari A sampai Z. Namun kemudian teman tadi meninggal. Dan dia kemudian memutuskan untuk menggantikan teman tadi. Mengubah dirinya menjadi sosok seorang teman yang sebenarnya sudah meninggal, namun masih punya tujuan ketika dia dibebaskan.
(Kira-kira ini ide yang cerdas atau ngawur ya, hehe).
Namun sepandai-pandai kita menyimpan bangkai, bukanlah suatu hari akan tercium juga? Apakah istrinya tidak menyadari bahwa yang ada dihadapannya bukan suami sebenarnya? Seorang istri pasti menyadari. Namun karena ia merasakan perlakuan suami palsunya sangat baik dan penuh perhatian, lama-lama istri ini jatuh hati. Lalu mereka saling jatuh cinta. Fyi, suami versi lama ternyata sangat kejam dan pemarah.
Akan tetapi masyarakat sekitar tentu tidak bisa dibodohi begitu saja. Apalagi ada seorang pria yang cintanya pernah ditolak oleh sang istri, maka pria ini sangat cemburu kepada suami palsu tadi, dan berusaha mati-matian membuka kedoknya.
Masyarakat mulai bergunjing tentang suami palsu tadi. Dan setelah ada informasi dari sana sini, suami ini dicurigai sebagai orang lain yang dulu dipenjara karena penipuan dan desersi perang. Namun suami ini tetap kekeh pada pendiriannya, bahwa ia adalah Sommersby, suami asli.
Kemudian masalah lain muncul. Seorang polisi menangkap Pak Sommersby dengan tuduhan pembunuhan yang pernah dilakukannya pada masa lalu. Dan ia akan diadili dengan ancaman hukuman mati. Saat inilah suami palsu tadi harus memilih. Apakah ia akan mengaku sebagai orang lain, dan akan tetap dijatuhi hukuman penipuan dan desersi militer. Atau ia akan tetap menjadi Sommersby, suami asli yang akan menghadapi hukuman mati?
Tragis bukan?
Film ini dibintangi oleh Richard Gere dan Jodie Foster, sebagai pemain utama. Diproduksi pada tahun 1993, bergenre romantis dan termasuk film dengan pendapatan tertinggi pada masanya. Film ini merupakan remake dari film Perancis tahun 1982 yang berjudul The Return of Martin Guerre. Mengambil setting di sebuah pertanian pada abad ke-16.
Film ini memberi pelajaran penting, bahwa apapun yang akan kita lakukan janganlah dimulai dengan kebohongan, bahkan penipuan. Karena pada akhirnya kebohongan itu akan terungkap, cepat atau lambat. Jika kita tetap bisa bertahan dengan kebohongan itu, pasti karena ada kebohongan lain yang kita lakukan. Tambah runyam kan, ya? Jadi, ayo dalam melakukan apapun, jujur saja sedari awal. Supaya dalam perjalanan berikutnya bisa lancar dan aman. Aamiin.
Itulah tiga film favorit pilihan saya diantara banyak yang lain. Meskipun sudah berusia lama alias jadul, namun cerita dan maknanya masih kekinian, tidak ketinggalan jaman. Mohon maaf karena saya buka peresensi film yang baik, sehingga tidak bisa bercerita dengan baik pula. Jika teman-teman penasaran, silakan ditonton sendiri yaa.
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
No comments:
Post a Comment