Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bagaimana kabar Kawah Sikidang saat ini? Saya terakhir berkunjung ke Kawah Sikidang sekitar 30 tahun yang lalu, waktu masih gadis, hehe. Wah, sudah lama sekali ya. Apa saja perbedaan kondisi dahulu dengan sekarang? Terus terang saya sudah lupa bagaimana kondisi Kawah Sikidang 30 tahun yang lalu. Saya hanya samar-samar mengingat, ada beberapa anak kecil yang menawarkan bunga edelweis kepada kami saat kami berada di area kawah.
Ya, saat itu para penjual bebas masuk ke area kawah berbaur bersama pengunjung. Namun saat ini tidak lagi. Kebutuhan rekreasi pengunjung mengeksplor area kawah tidak ada gangguan dari para pedagang, karena sudah ada aturan. Para pedagang sudah diberi tempat sendiri untuk berjualan dengan penataan kios yang rapi dan teratur.
Yup, hari Sabtu tanggal 19 November 2022 lalu, saya dan beberapa ibu tetangga dolan ke daerah wisata Dieng. Rencana tujuan kami adalah Kawah Sikidang, Candi Arjuna dan Telaga Menjer. Kami berangkat jam 05.00 bakda Subuh, dengan harapan sampai di tujuan tidak terlalu siang. Setelah semalam gerimis terus turun di tempat tinggal kami, sampai sebelum Subuh, yang membuat saya was-was dengan cuaca hari Sabtu ini. Namun syukurlah, ternyata cuaca hari Sabtu ini cukup bersahabat. Alhamdulillah.
Perjalanan kami memakan waktu kurang lebih 4 jam. Awal perjalanan kami diselimuti mendung yang syahdu, suasana masih temaram, sehingga bawannya mau kembali tidur, hehe. Namun pemandangan sepanjang perjalanan yang indah membuat rasa kantuk saya hilang dan terhanyut oleh suasana sekitar. Apalagi ketika mobil yang membawa kami mulai membelah Sindoro dan Sumbing, kami sangat puas menyukuri keindahan ciptaan Allah yang sangat luar biasa. Subhanallah.
Pada sekitar jam 09.00 kami sudah memasuki kawasan wisata Dieng. Kami melewati semacam pos penjagaan dan harus membayar rp.10.000,- per orang. Seperempat jam kemudian barulah kami sampai di tempat wisata Kawah Sikidang. Tempat ini berada di wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Begitu keluar dari mobil, bau kuat belerang langsung menyeruak tajam tercium. Kami segera menaikan masker yang sedari tadi kami turunkan.
Untuk memasuki area wisata ini kami harus membeli tiket masuk seharga rp.20.000,- per orang. Namun harga ini merupakan harga tiket terusan digabung dengan area wisata Candi Arjuna. Jadi jika nanti kami mampir ke Candi Arjuna tidak perlu membeli tiket lagi. Cukup dengan menunjukkan tiket dari Kawah Sikidang ini.
Kawah Sikidang adalah obyek wisata alam yang berada di dataran tinggi Dieng, sehingga suasana dan udara di sini sejuk dan segar. Jika biasanya area kawah berada di gunung, maka kawah ini berada di dataran gersang yang sangat luas dan dekat dengan permukiman penduduk. Dan kawah ini termasuk kawah aktif, terbukti adanya lubang-lubang kawah dengan air mendidih dan asap belerang yag mengepul tebal.
Dinamakan Kawah Sikidang karena adanya letupan lumpur panas yang sering berpindah tempat secara tidak beraturan, dari satu tempat ke tempat lain. Di sini banyak ditemukan bekas lubang kawah lama yang mati dan berpindah ke lokasi lain di sekitar area yang luas ini. Karena itulah kawah ini dinamakan Kawah Sikidang, seperti seekor kijang yang sedang melompat-lompat. Hehe, unik sekali ya asal usul nama kawah ini.
Memasuki area ini kami seperti sedang melakukan tour memasuki dunia kawah, hehe. Karena di area yang luas ini kami akan benar-benar disuguhi pemandangan hamparan lumpur panas, asap tebal dengan bau belerang yang khas. Bahkan pengunjung bisa melihat sampai ke bibir kawah yang mendidih, namun hati-hati ya karena tentu saja sangat berbahaya. Kita tetap harus mengutamakan keselamatan.
Pengunjung harus berjalan di jembatan kayu yang telah disediakan. Jembatan panjang dan berkelok ini bernama Jembatan Kahyangan, merupakan satu-satunya jalan yang disediakan. Dan kami tidak bolek berbalik arah, harus berjalan sampai akhir tour di ujung sana.
Namun di tengah-tengah perjalanan, ada beberapa tempat istirahat yang disediakan. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir jika tiba-tiba capek, karena bisa beristirahat di tempat semacam gazebo yang banyak terdapat di sini. Gazebo ini diberi nama yang unik, yaitu nama pewayangan dan di bawah nama wayang ada juga aksara Jawa.
Pemandangan di Kawah Sikidang, tentu saja berupa hamparan kawah yang luas, dengan kepulan asap putih tebal dan bau khas belerang yang sangat tajam. Tentu saja ini adalah suasana yang tidak bisa kami temui di tempat lain, ada sensasi tersendiri ketika berada di sini.
Namun diantara padang gersang dan kepulan asap tebal serta bau menyengat, masih terlihat suasana ceria yang menarik perhatian. Adalah kebun-kebun bunga krisan dan bunga lain, yang tampak dikembangbiakkan, di area sekitar kawah. Bunga-bunga indah ini tentu saja menjadi pusat perhatian tersendiri setelah sepanjang jembatan tadi kami disuguhi pemandangan kawah disertai kepulan asap tebal.
Hal menarik lainnya tentu saja banyak spot foto menarik. Terutama di sekitar asap belerang yang menyiratkan suasana dramatis. Jika kita bisa mengambil foto dari sudut yang tepat, pasti hasilnya akan sangat menakjubkan. Karena saya bukan ahli fotografi jadi hasilnya biasa saja, hehe.
Setelah puas melakukan tour kawah dan mengambil banyak foto sebagai kenang-kenangan, kini saatnya kami keluar. Begitu keluar dari area kawah, kami harus memasuki pusat oleh-oleh yang tempatnya sudah disediakan dan menjadi bagian terakhir dari tour panjang ini.
Pusat oleh-oleh adalah semacam pasar berupa lorong-lorong panjang yang menjual bermacam-macam oleh-oleh khas Dieng. Dari makanan khas, minuman carica, aneka keripik buah, bunga edelweis, bunga krisan, dan bunga-bunga lain yang cantik dan menarik. Ada pula t-shirt, sayuran (kentang), dan paling menarik adalah abu vulkanik yang konon bisa menyembuhkan gatal-gatal.
Setelah membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta, kami akan diarahkan menuju area parkir, bersiap untuk meninggalkan area ini. Apabila teman-teman ingin ke toilet atau beribadah shalat, tersedia kamar mandi dan mushola di sekitar area parkir.
Selain dimanfaatkan sebagai objek wisata, Kawah Sikidang juga menyimpang potensi panas bumi yang dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, loh. Melalui sebuah penelitian, didapat potensi tenaga listrik dari sumber panas bumi Kawah Sikidang sangat besar. Semoga hal ini berdampak positif bagi masyarakat sekitar juga ya.
Demikianlah pesona Kawah Sikidang yang sangat menakjubkan. Akhirnya saya dapat berkunjung ke sini lagi setelah 30 tahun yang lalu, hehe.
Ini pengalaman saya ketika pertama kali berkunjung ke Kawah Sikidang.
Sekitar jam 10.45, rombongan kami meninggalkan area Kawah Sikidang dan melanjutkan perjalanan menuju objek wisata lain, yaitu Candi Arjuna. Kira-kira apakah tour kami di Candi Arjuna akan sama menariknya dengan di Kawah Sikidang? Bisa jadi lebih menarik.
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
No comments:
Post a Comment