Thursday, December 15, 2016

7 Hal yang harus kita perhatikan sebelum menggunakan kartu kredit

Assalamu'alaikum.


Kapan pertama kali teman-teman mendapatkan kartu kredit?

Saya mendapatkan kartu kredit pertama pada sekitar tahun 2005, yaitu dari bank dimana saya mendapatkan KPR. Karena penilaian kartu kredit yang saya terima saat itu lebih banyak negatifnya, antara lain akan terkena biaya tahunan yang tinggi dan potensi berhutang. Maka tak lama kemudian saya gunting kartu tersebut dihadapan customer service bank bersangkutan.



Pixabay.com

Ternyata sampai saat ini, hampir 11 tahun kemudian, penilaian saya terhadap kartu kredit tidak banyak berubah. Masih sama dengan penilaian lama, namun lebih ditekankan pada kalimat 'potensi berhutang'.

Karena itulah saya mencoret nama saya sendiri sebagai orang yang pantas memiliki. Saya tidak malu dibilang tidak kekinian karena hidup tanpa didampingi benda yang selalu ngehits ini.

Bukan berarti kita tidak boleh menggunakan benda imut mungil persegi ini ya, namun harus berhati-hati dan sebelum menggunakan perlu pula memperhatikan akibat yang mungkin bisa ditimbulkan.



Dan inilah 7 hal yang harus kita perhatikan sebelum menggunakan kartu kredit :


1. Potensi pemborosan

Banyak orang memutuskan untuk tidak menggunakan kartu kredit dengan alasan pemborosan. Benar. Ketika kita belum punya, kalau mau belanja pasti yang perlu-perlu saja karena harus menyesuaikan dengan budget yang ada. Budget ini untuk satu bulan kan ya, bukan untuk sehari atau seminggu.


Ketika sudah punya, beda lagi prinsipnya, karena pada dasarnya setiap wanita manusia itu punya penyakit bawaan yang bernama 'lapar mata'. Begitu melihat yang dimau apalagi disupport si imut mungil persegi tadi, langsung deh main ambil saja. Bahkan ketika barang tersebut belum atau tidak kita butuhkan.

Tinggal gesek dan bayarnya nanti, kan ada pemberitahuan bila masa jatuh tempo tiba. Tralalalala...


2. Terjebak harga promo.

Yeaaayyy, banyak promo dan diskon dari si imut nih.. asyikkk!!! Lalu kitapun kebingungan menentukan pilihan. Mana yang harus diambil ya?? Menarik semua nih. Promonyapun lengkap, dari makanan, travel, gadget, elektronik, fashion, lifestyle dan lain-lain.

Mulai dari diskon 15% di Resto A, buy 1 get 1 free di toko B, atau beberapa diskon lain di OL Shop.


Hanya karena ingin menggunakan fasilitas promo tersebut, kita jadi lupa bahwa semua harus bayar juga meskipun ada potongan harga. Bahkan hal yang sebenarnya nggak perlu kesannya jadi dipaksakan.

Teman-teman pernah nggak, membeli sesuatu karena tergiur promo kartu kredit, namun sampai berbulan-bulan kemudian barang tersebut belum kita pakai alias masih tersimpan rapi bahkan packingnya masih tersegel karena kita memang belum pernah membukanya..??


3. Sistem bunga berbunga.

Apa yang salah dengan bunga-berbunga? Bukannya itu sangat indah dipandang mata dan menyejukkan jiwa?  Salahhhh...

Bunga yang ini justru bikin pusing kepala dan deg-degan didada. Karena ketika jatuh tempo pembayaran si imut tadi, kita belum punya cukup uang untuk melunasinya. Hanya sebagian saja. Dan selisihnya harus kena bunga sekian persen sesuai kesepakatan dimuka.


Bunga tadi otomatis akan ditambahkan dengan sisa hutang yang belum terbayar. Kita harus membayar mereka (pokok hutang dan bunganya) pada saat jatuh tempo bulan depan. Dan wow faktornya adalah, ternyata si bunga tadi bukan lagi menjadi sekadar hiasan namun sudah naik jabatan menjadi pokok hutang utama.

Jadi usahakan untuk jatuh tempo selanjutnya kita lunaskan sekalian karena kalau tidak, si bunga tadi akan berbunga kembali, dan semakin melipat gandakan hutang kita.

Nah loh, bikin pusing kepala dan deg-degan didada bukan?


4. Cicilan 0%? Cermati lagi!

Penawaran ini sempat bikin saya 'panas dingin'. Bagaimana tidak? Kita bisa ambil kredit dengan cicilan 0%! Cicilannyapun bisa bervariasi. Bisa 3, 6 atau 12 bulan, tergantung kesepakatan.

Benar loh, ini kenyataan. Meskipun syarat dan ketentuan tetap berlaku ya.


Lihat limit baik-baik. Misalnya saya mempunyai limit 3 juta, pasti nilai kreditpun tidak mungkin lebih dari 3 juta ya. Dan yang paling penting, pastikan tabungan atau debet kita di bank bersangkutan paling tidak harus lebih besar dari nilai limit kartu kredit kita. Kalau tidak, belum tentu fasilitas yang satu ini bisa kita dapatkan.

Artinya, cicilan 0% ini membutuhkan 'back up' dari tabungan kita di bank bersangkutan. Pihak bank akan menganalisa, jika sampai akhir cicilan selesai tabungan kita masih aman tersimpan, maka fasilitas ini akan dengan mudah kita dapatkan.

Kalau menurut saya sih sistem ini sama saja dengan membeli tunai hanya kemasannya dibuat sedemikian rupa 😝


5. Bisa disalahgunakan.

Alasan ini memang sangat berhubungan dengan pengamanan pribadi ya, artinya tergantung dari cara kita menyimpan kartu kredit kita. Apalagi modus penipuan saat ini sangat bervariasi sehingga kadang tanpa kita sadari tahu-tahu kita sudah tertipu.

Namun akibatnya akan sangat mengesalkan berkali-kali bila yang dibobol adalah kartu kredit. Apalagi jika pembobolan ini tidak kita sadari. Selain kita harus membayar sejumlah uang yang diambil juga harus membayar bunga yang timbul kemudian.

Saya pernah mendengar tentang penyalahgunaan kartu kredit dengan beragam cara, dan akibatnya sangat menyedihkan 😭.


6. Biaya tahunan.

Mungkin ada juga kartu kredit yang tanpa biaya tahunan, namun banyak juga yang tetap mengenakan. Mulai dari seratusan ribu sampat lima ratusan ribu (atau lebih?) per tahun tergantung dari jenis kartu dan limit kreditnya.


Seratus ribu dalam setahun sepertinya murah ya, namun apabila kartu tersebut jarang-jarang kita gunakan, buat apa juga kita bayar biaya tersebut?

Atau ketika transaksi yang kita lakukan sering kena bunga, maka beban kita jadi bertambah. Selain harus membayar bunga juga biaya tahunan. Benar sih, biaya tahunan ini sudah melalui kesepakatan, tapi kadang kita baru sadari belakangan bahwa hal ini ternyata menambah beban.


7. Kartu tambahan.

Saya kurang tahu apakah setiap persetujuan kartu kredit maka kita akan selalu mendapatkan 2 kartu sekaligus, yaitu kartu utama dan kartu tambahan? Saya yakin apabila kita hanya mendapatkan kartu utama saja maka perlu sekali untuk mengajukan kartu tambahan.


Karena justru kartu yang banyak menawarkan diskon dan promo adalah kartu tambahan. Kalau diminta memilih kita pasti akan lebih memilih mengaktifkan kartu tambahan saja dan bukan kartu utama.

Tetapi tentu saja tidak bisa. Karena untuk bisa menggunakan kartu tambahan kita sudah harus mengaktifkan kartu utama terlebih dahulu. Artinya kita harus mengaktifkan dua-duanya. Dan setiap kartu akan dikenakan biaya tahunan masing-masing. Jadi kita harus membayar biaya tahunan untuk 2 kartu sekaligus meskipun yang lebih sering kita gunakan hanya 1 kartu saja.



Demikianlah 7 hal yang harus kita perhatikan sebelum menggunakan kartu kredit. Namun saya yakin banyak diantara teman-teman yang sangat merasakan manfaat kartu kredit ini. Kita sebenarnya bisa menggunakannya dengan maksimal asal bisa menghandle dengan baik Karena kartu kredit ini tetaplah sebuah benda mati yang baik buruknya tergantung dari kita sendiri. *Sok bijak deh saya 😛.

Apabila teman-teman punya jawaban lain yang bisa ditambahkan silahkan share di kolom komentar ya.. Selamat berbelanja, baik menggunakan kartu kredit, kartu debet atau uang tunai 😍.


Wassalamu'alaikum.



11 comments:

  1. Sampai sekarang aku nggak puna kartu kredit Mbak. Takut jadi boros. Tapi balik ke masing2 orangnya juga ya

    Reply Delete
    Replies
    1. Ternyata komen kemarin ada yg belum kupublish Mbak, xixixi, terus ganti acara ada yang beli :D sekarang udah muncul semuwah :) semangat pagi :)

      Delete
  2. kalo lihat barang-barang di toko yang dijual lebih murah untuk para pemegang kartu kredit, saya jadi kepengen punya KK Mba Anjar, tapi lagi-lagi masih belum berani, takut nanti saya jadi tambah boros :(

    Reply Delete
  3. Laaaaaah pas ini artikelnya buat aku.
    Kebetulan mau bikin kartu kredit.
    Saya gak paham masalah kartu tambahan
    Apa itu cuma akal-akalan bank aja.
    Kenapa promonya gak di kartu utama aja..
    kenapa harus di kartu tambahan..
    ya kan..
    kan bisa aja bank janjian sama toko-toko kalo promo yang kartu tambahan aja...padahal itu kan cuma masalah kebijakan aja.

    *ya ampun otak ini bawaannya mikir jelek mulu sama bank...

    Reply Delete
  4. Aku lebih suka pakai uang tunai atau atm. Saking takutnya terlilit hutang. :'D

    Reply Delete
  5. Menurutku tergantung individu sih. Kalau bisa menggunakan secara bijaksana, nggak ada ruginya menurutku.

    Reply Delete
  6. Aku nggak punya mbak. Bank pun masih bank daerah..yang penting lokasinya deket dr rumah, dengan gerai atm yang jarang ada (masih sedikit). Ha..ha, katrok yaa...cuek aja lah☺☺

    Reply Delete
  7. info ini sangat berarti buat saya mbk, kebetulan sampai saat ini saya belum punya kartu kredit dan artikel ini bisa saya buat pertimbangan. makasih ya mbk . . .

    Reply Delete
  8. Saya memang tidak berminat dengan kartu kredit. Saking takutny terlibat utang piutang. :(

    Reply Delete
  9. aku belum punya CC sampai sekarang mbak, pakai debit card aja kalau buat belanja jadinya

    Reply Delete