Apa kabar teman-teman, apakah anak-anak remaja kita sudah membicarakan apa rencana mereka ketika malam pergantian tahun baru masehi tiba?
Pasti mereka ingin keluar ya, untuk sekedar melihat keramaian, meniup terompet atau melihat hujan kembang api pada tengah malam :)
Bayangkan, sungguh menakjubkan dan mengasyikkan.
Sayangnya, segala kalimat indah kadang akan terselip kata 'tetapi'. Dan tetapi disini akan disambung dengan kalimat : apakah semua itu perlu?
Kita sebagai orang tua pasti lebih mengerti apakah suatu kegiatan yang melibatkan anak-anak sebaiknya dilakukan atau tidak, dilihat dari segala segi.
Merayakan pergantian tahun baru masehi diluar rumah, apakah lebih banyak manfaat atau mudharat?
Manfaat?
Mungkin untuk menyenangkan hati dan mengikuti arus kebiasaan saja. Sedangkan menyenangkan hati akan bisa kita dapatkan dengan banyak cara lain.
Mudharat? Lihat nih :
- Bukan merupakan budaya asli Indonesia. Itu budaya import dari luar negeri yang lebih dekat dengan hura-hura. Bercampur baur antara laki-laki dan wanita dan sering terjadi tanpa batas tata krama.
- Menimbulkan kekhawatiran orang tua. Kita pasti akan sangat kesulitan untuk menghubungi anak kita ketika mereka sudah berbaur dikeramaian, karena dering panggilan ponsel kemungkinan kecil bisa terdengar atau bahkan sengaja diabaikan. Bayangkan bagaimana khawatirnya kita para orang tua.
- Menimbulkan kemacetan dan mengganggu orang lain. Ingat tidak semua orang suka dengan apa kita lakukan meskipun itu sudah menjadi kebiasaan. Bunyi terompet dan kadang suara klakson di tengah malam atau beberapa jam sebelumnya.
- Menyisakan sampah dimana-mana. Berupa sebaran kertas seukuran perca yang terhampar luas selaksa padang rumput yang tercipta hanya dalam hitungan menit, dari bekas kembang api atau petasan. Belum lagi sebaran berupa bentuk lain, plastik bekas minuman atau makanan.
- Pemborosan tentu saja. Untuk petasan, kembang api dan makanan ekstra.
- Rawan kejahatan dan perkelahian. Setiap ada pusat keramaian selalu rawan juga dengan kejahatan atau perkelahian. Bisa pencopetan dan jenis kejahatan semacamnya, atau perkelahian karena salah faham.
- Pagi harinya terlambat sholat subuh karena bangun kesiangan. Karena kecapekan dan mulai tidur selepas berakhirnya pesta kembang api, lebih dari jam 1 pagi.
See?
Tetapi mereka adalah anak remaja yang pasti sangat suka akan keramaian dan pada tahun-tahun lalu sudah terbiasa melakukan segala kehebohan itu. Bagaimana cara memberi mereka pengaruh supaya tidak terjebak pada segala kemudharatan tersebut? Bisakah kita merubah secara frontal kebiasaan tersebut? Tidak bisa.
Namun pasti ada caranya. Kita sebagai orang tua harus lebih 'cerdik' daripada anak kita, meskipun secara riil mereka jelas-jelas lebih 'pandai' daripada kita dalam segala hal.
Kita bisa minta nasehat atau masukan kepada orang-orang yang bisa kita percaya, atau bisa juga berdiskusi dengan sahabat-sahabat kita melalui media sosial, bagaimana strategi kita dalam menghadapi kemauan anak yang
seringkali
kadangkala bertentangan dengan pandangan kita, pandangan norma (kesopanan) masyarakat dan pandangan agama.
Berikut beberapa tips yang bisa kita gunakan untuk mengarahkan anak kita supaya tidak terjebak dalam hiruk pikuk perayaan tahun baru masehi diluar sana :
1. Beri nasehat dan pengertian
.
Mau tidak mau suka tidak suka beri anak kita nasehat atau pengertian. Jelaskan bahwa tahun baru masehi sebenarnya tidak perlu dirayakan. Apalagi dengan keluar rumah dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak berguna. Itu bukan akar budaya negara kita. Itu budaya luar negri yang sedikit demi sedikit merasuki generasi muda kita dan hingga pada titik ini sudah seperti wabah saja.
.
Mau tidak mau suka tidak suka beri anak kita nasehat atau pengertian. Jelaskan bahwa tahun baru masehi sebenarnya tidak perlu dirayakan. Apalagi dengan keluar rumah dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak berguna. Itu bukan akar budaya negara kita. Itu budaya luar negri yang sedikit demi sedikit merasuki generasi muda kita dan hingga pada titik ini sudah seperti wabah saja.
2. Arahkan keinginan anak kita pada hal lain yang sama menariknya dengan kegiatan diluar sana, misalnya :
- Ajak melakukan hobby yang selama ini digemari dan bisa dilakukan cukup dilingkungan rumah. Misalnya main musik atau memasak.
- Memutar film bersama keluarga, bisa film lama yang tetap digemari atau film baru.
- Menonton televisi. Acara TV juga bagus-baguk kok, mulai dari musik sampi film-film menarik.
- Memesan makanan favorit dan dinikmati bersama keluarga.
- Dan lain-lain, silahkan teman-teman tambahkan sendiri.
3. Ajak anak-anak untuk instrospeksi diri.
Apa saja yang telah mereka lakukan di tahun ini, apa yang sudah kesampaian dan mengapa ada yang gagal. Dan rencana apa saja yang akan mereka lakukan untuk 1 tahun mendatang. Kalau perlu ditulis supaya tidak dilupakan. Sepertinya acara ini bakalan seru ya. Saya sih membayangkan akan ada semacam perdebatan gitu :)
4. Kegiatan religi.
Misalnya bertadarus dan berdoa, supaya harapan-harapan yang telah dituliskan akan dikabulkan Allah SWT. Meskipun kegiatan ini tidak akan memakan waktu lama tapi pasti ngejleb deh :)
5. Alasan Agama.
Ini adalah jurus pamungkas kita. Biasanya anak-anak remaja akan merasa 'tak berkutik' apabila segala sesuatu telah kita benturkan dengan ajaran agama. Mungkin mereka akan langsung diam atau justru memprotes sekeras-kerasnya. Dan jawaban kita mudah saja : Ini perintah Allah loh ya, bukan perintah ibu. *Dalam ajaran Islam, setahu saya (maaf) merayakan pergantian tahun baru masehi itu tidak diperbolehkan :)
Apakah mereka akan mengerti dan langsung melaksanakan arahan-arahan kita tersebut? Belum pasti. Tergantung bagaimana kita melakukan pendekatan terhadap anak-anak remaja kita.
Mungkin hal ini baru akan mereka lakukan beberapa tahun lagi, atau ada juga yang dengan patuh langsung mengiyakan dan melaksanakan.
Kita harus selalu mengulang-ulang nasehat dan masukan positif tersebut terhadap anak-anak kita. Biarkan mereka bosan hingga jemu mendengarkan. Sebelum dilaksanakan terus saja katakan. Mereka adalah anak-anak kita, dan kita tetap punya tanggung jawab dan kuasa terhadap mereka.
Kekuasaan dalam kemasan yang berbeda tentunya. Dengan packaging menarik dan penuh warna sehingga anak-anak akan suka.
Demikianlah teman-teman beberapa tips dari saya supaya anak-anak remaja tidak merayakan pergantian tahun baru masehi diluar rumah.
Apabila teman-teman ingin menambahkan atau ada pendapat lain silahkan di share di kolom komentar ya :)
Wassalamu'alaikum.
Noted banget ini mbak Anjar. Alhamdulillah, aku dan suami juga nggak pernah keluar rumah pas tahun baru. Kami lebih suka di rumah, nonton film sambil ngemil, haha
Reply Deletewah iya mba. banyak mudharatnya ya ketimbang manfaatnya. Mending di rumah, setuju. Tapi ya memang sebaiknya diberi kesibukan lain sehingga tahun baruan di rumah juga ga kalah asyik dibanding ke luar rumah.. sekarang di luar ngeri.. anak2 muda suka berbuat semaunya. apalagi pergantian tahun.
Reply DeleteCocok banget tipsnya mba, sering prihatin sama anak muda yang berkeliaran pas tahun baru, takut kenapa2
Reply DeleteSetuju banget Mbak. Milih ngaji di rumah daripada keluyuran nggak jelas. Tapi anak2 susah juga dibilangin, terkontaminasi teman, lingk juga. Harus ati2 bilangnya biar anak nggak ngerasa kepaksa
Reply Deletekalo saya tinggal di desa tahun baru cuma nonton tv
Reply DeleteHaha aku mah taun baru nongkrong depan tipi. Biasanya filmnya bagus2. Kalo udah mau deket2 jam 12, biasanya naik ke atap apartemen liat kembang api dari hotel2 sekitar. Ga perlu dateng ke hotelnya. Pake sendal jepitan sama kaos belel trus naik ke atap.. ga perlu pake pakaian formal... hehehehhe mayan lah buat hiburan gratis.. walau cuma bentaran doang..
Reply DeleteDulu waktu masih ada nenek, pasti ke rumah nenekku.. malemnya gitu ngumpul ngungkapin apa yg dikeluhkan, apa yang suka dan ga suka selama setaun terakhir, maap2an juga kayak pas lebaran, tapi setelah nenekku meninggal ya udah ga pernah lagi. Kangen masa2 itu sebenernya.. ☹️
Reply Deletetiap tahun baru aku lebih ke nongkrong sama temen sih, bukan ngerayai terus mabok-mabok. tapi lebih kepada libur kerja serempak. kan hal kayak ginian jarang terjadi. hehehe
Reply Deletepas remaja aku juga ga terlalu suka keluar pas tahun baru..malah tidur biasane he3..cari aman aja mbak.soale dulu pernah keluar ternyata ada kasus pelecehan seksual terjadi ma tetangga.kyknya nanti aku juga berlaku yg sama ma anak2 lebih baik di rumah, kecuali bareng2 ma keluarga
Reply DeleteWah, terima kasih kakak. ini sangat berguna sekali untuk diterapkan ke keponakan-keponakan saya yang kecil. Apalagi semenjak kemarin viralnya om telolet om ya. Jadi bisa jadi keponkan akan mengira om telolet om sangat bisa diburu di malam tahun baru. Sekali lagi terima kasih, kak. :)
Reply DeleteBener mbak.. Pas remaja, setiap pergantian taon, aku selalu di rmh..nonton tv..krn mmng nggak pernah ikut budaya keluar mlm.
Reply DeletePas dah nikah, sekali bareng suami liat acara pergantian taon di kaliurang..miris liat tingkah-polah para ABG yang datang berpasangan, pikiran saya cuma satu.."kok ibunya ngebolehin tho, anak gadisnya kelayapan tengah malam"
belum ngerasain punya anak remaja. tfs mbak. harus persiapan juga biar anak ga ikut-ikutan.
Reply Deletemungkin bisa juga ortu teman dilibatkan. kompakan melarang anaknya keluar gitu. hehe... konspirasi para ortu.
kayak gini akan ada masanya sih, tapi kalau ga kuat begadang ya ga bakal ikutan pesta akhir tahun harusnya :))
Reply DeleteSekarang mesjid2 besar banyak membuat acara itikaf malam tahun baru dan hampir semua nya meluber penuh oleh remaja
Reply Delete