Thursday, November 17, 2016

Family Day, Piknik ke Yogyakarta : Parangtritis, Taman Pintar & Malioboro

Assalamu’alaikum.


Teman-teman sudah piknik minggu ini atau bulan ini? Cieehh yang mau cerita soal piknik sok-sokan tanya segala.. :)

Iyalah kan hari MInggu tanggal 6 November 2016 yang lalu saya beserta rombongan piknik ke Jogja. Rombongan? Rombangan apa buu..??

Jeng..jeng..!! Ini dia :


anjarsundari.com
Foto bersama di pantai Parangtritis; sumber foto : dokumen Dawis 3.

FAMILY DAY DAWIS 3 PERUM GEDAWANG PERMAI III BANYUMANIK SEMARANG.


Tujuan ke Jogja tepatnya ke pantai Parangtritis, Taman Pintar dan Malioboro. Kami menggunakan jasa Khatulistiwa Tour Semarang.


Peserta

Peserta adalah hampir semua keluarga yang tergabung dalam Dawis 3 GP III Gedawang. Mengapa tidak semua? Karena ada beberapa keluarga yang sedang berhalangan.

Ada 9 keluarga yang ikut beserta anggota keluarga masing-masing. Kami juga mengajak anggota keluarga lain diluar Dawis 3 karena masih ada kursi yang kosong.

Total peserta full sesuai kapasitas kursi yaitu 50 seat. Tapi belum termasuk anak-anak yang dipangku loh. Saya lupa ada berapa anak yang dipangku, yang jelas keponakan saya 2 orang, hehe..

Dan keluarga saya adalah peserta terbanyak, bayarnya 8 orang tapi yang ikut 10 orang yaitu saya, suami, ibu, 2 orang adik, 4 keponakan dan tentu saja..Vani.

Berangkat yuukkk...

Yang pasti nggak sabar adalah anak-anak ya, atau jangan-jangan ada sebagian orang tua yang diam-diam nggak sabar juga nih? Saya? Hahaha..

Gimana nggak sabar coba. Kami sudah mempersiapkan agenda ini jauh-jauh hari sejak 2 bulan yang lalu. Dengan menggunakan dana tabungan yang sudah kami persiapkan sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Ya, pada setiap bulannya kami menabung untuk mempersiapkan piknik keluarga. Besarnya terserah kemampuan masing-masing keluarga.

Dan pada hari Minggu tanggal 6 November 2016 kamipun berangkat ke Jogja. Yuhuuuu..Jogja we’re coming..!!


anjarsundari.com
Sebelum naik bis nampang dulu deh, tuh bawaannya rempong kan hihi. Foto : Dokumen pribadi.

Jadwal keberangkatan seperti biasa molor sedikit, nggak apalah ya. Bis meninggalkan komplek perumahan sekitar jam 06.00 lewat sedikit.

Tour guide pun mulai memperkenalkan diri dan menjelaskan jadwal kunjungan secara jam per jamnya. Dan tidak lupa kami berdoa bersama dengan harapan semoga perjalanan ini akan aman dan sukses sampai tiba di rumah kembali nanti malam, aamiin..


Perjalanan menuju Jogja

Persinggahan kami yang pertama adalah pantai Parangtritis. Diperkirakan lama perjalanan menuju tempat tersebut sekitar 4 jam. Wuahh lama sekali ya..

Sebenarnya dari pihak biro perjalanan sudah memberitahukan apabila ada yang mau karaoke dipersilahkan, namun nggak ada yang maju. Padahal ada loh yang bisa menyanyi, tapi entah mengapa kok pada malu-malu. Mungkin menghemat energi untuk main-main ke pantai nanti ya hehe..

Akhirnya kami hanya ditemani lagu-lagu mellow yang lumayan ngehits pada jamannya. Ada beberapa lagu nostalgia yang ngehits jaman saya muda *sekarang udah tua maksudnya. Ada juga lagu-lagui baru yang ngetop satu atau dua tahun belakangan. Misalnya lagu-lagunya Bagindas, Noah, Geisha dan band-band sejenis yang lagu-lagunya bikin baper gitu.. :)

Kami juga lumayan terhibur dengan pemandangan disepanjangan perjalanan. Teman-teman pasti tahu bahwa rute yang melewati Ungaran, Rawa Pening sampai Ambarawa itu pemandangannya cukup bagus. Sehingga kami masih bisa cuci mata sepanjang rute tersebut.

Sepanjang perjalanan cuaca mendung. Memang akhir-akhir ini lebih sering mendung kan ya dan hujan pula. Kami semua sih berharap supaya hari ini tidak turun hujan. Ya iyalah kita kan mau bersenang-senang, kalau hujan nggak jadi senang dong :)

Bis sempat berhenti sebentar di sebuah pom bensin sekitar daerah Magelang (kalau nggak salah ingat) untuk keperluan ke toilet kemudian melanjutkan perjalanan kembali.


anjarsundari.com
Ayo ayo yang mau ke toilet buruan... Foto : dokumen pribadi.

Kami juga beberapa kali bertemu dengan rombongan bis wisata lain dengan tujuan Jogya dan sekitarnya. Yang sempat saya lihat, ada rombongan yang menuju candi Borobudur dan beberapa tujuan lainnya.

Sementara di luar, matahari sepertinya mengajak main petak umpet bersama kami, kadang menampakkan diri tapi lebih sering bersembunyi.

Untunglah memasuki daerah Bantul matahari mulai lebih berani keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai menyapa kami dengan gembira.


Pantai Parangtritis

Alhamdulillah, kurang lebih jam 10.15 kami sampai di pantai Parangtritis. Tour guide mengumumkan bahwa kami akan berada di pantai sampai jam 12.00.

Pantai Parangtritis terletak di kecamatan Kretek Bantul DIY atau kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta. Merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah.

Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. (sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Parangtritis,_Kretek,_Bantul).

Cuaca panas sekali ketika kami sampai di pantai, rupanya matahari sudah menjadi teman baik kami sehingga kemana-mana selalu menemani. Kami berfoto bersama terlebih dahulu. Kemudian kami menyewa tempat duduk berupa tikar berpayung yang banyak terdapat disepanjang pinggir pantai.

anjarsundari.com
Ekspresinya jadi aneh karena nahan panas hehe.. Foto : dokumen pribadi.
Para ibu mulai membuka bekal makanan yang kami bawa dari rumah. Coba tebak apa itu? Rujakkk!! Iya, para tetangga saya yang baik hati masing-masing membawa bekal untuk kami nikmati bersama. Dan rujak adalah jenis kudapan yang sudah kami rencanakan untuk dibawa sejak jauh-jauh hari. Meskipun ada yang membawa jenis makanan lain, misalnya bakmi dan lain sebagainya. Ibu saya sendiri membawa pisang rebus dan kacang goreng.

Anak-anak baik yang masih kecil maupun remaja sudah dipastikan langsung menuju bibir pantai. Dan bapak-bapak juga nggak mau ketinggalan, terutama yang mempunyai anak kecil karena harus menemani mereka.

Cuaca panas seakan tidak kami rasakan. Kami berusaha memanfaatkan waktu yang hanya 2 jam untuk menikmati pantai ini sepuas-puasnya.


anjarsundari.com
Tetap gembira meskipun dikejar ombak; Foto : dokumen pribadi.
Oh ya, bagi pengunjung yang tidak berani untuk melepaskan anak-anak langsung ke bibir pantai, ada tempat lain yang lebih aman. Yaitu terdapat kolam renang buatan khusus untuk anak-anak yang letaknya terpisah agak jauh dari pantai.

Saya lihat sekilas, tempatnya lumayan luas dan bisa menyewa pelampung juga.

Tanpa terasa waktu 2 jam hampir habis dan kami harus berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke persinggahan berikutnya. Yaitu Taman Pintar.


Taman Pintar

Sebelum ke Taman Pintar kami mampir ke sebuah Rumah Makan untuk makan siang dan melaksanakan sholat dzuhur sekalian sholat asar secara jama. Kami makan siang dan sholat secara bergantian. Menu makan siang kami adalah nasi, sayur asem, ikan mujaer goreng dan krupuk. Minumnya teh panas atau dingin.

Kami sampai di Taman Pintar sekitar jam 14.00. Suasana sudah mulai mendung.


anjarsundari.com
Sebelum masuk foto dulu didepan Gedung Oval; Dokumen pribadi.

Setelah membayar tiket kami masuk bersama-sama dan mulailah petualangan kami mengeksplor tempat ini.


Taman Pintar merupakan wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta.

Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Tempat rekreasi ini sangat baik untuk anak-anak pada masa perkembangan.
Taman ini, khususnya pada wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif. (sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Pintar_Yogyakarta)
Ada beberapa gedung yang terdapat dalam area ini : Gedung Oval, Gedung Kotak, Gedung Planetarium, Gedung PAUD dan Kampung Kerajinan. Namun kami hanya memasuki Gedung Oval dan Gedung Kotak saja.


anjarsundari.com
Akuarium; Dokumen pribadi.

Pada masing-masing gedung terdapat banyak wahana yang berisi bermacam-macam zona ilmu pengetahuan. Misalnya zona biologi, zona fisika, zona energy, zona teknologi informasi, zona kepresidenan, zona robot, zona sni, zona air dan lain sebagainya.


anjarsundari.com
Terdampar di jaman purba?; Dokumen pribadi.

Tiap-tiap zona memperlihatkan hal menarik yang terkait dengan zona tersebut. Semua zona sangat edukatif baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Sebaiknya kita mendampingi putra-putri kita ketika memasuki tiap zona supaya bisa menjelaskan sekaligus mempraktekkan setiap alat yang ada.


anjarsundari.com
Menuju lantai 2, sepanjang dinding tertempel nama-nama planet; Dokumen pribadi.

Waktu 1.5 jam yang disediakan tidak mungkin cukup untuk mengeksplor semua wahana yang ada sekaligus mempraktekkan semua alat yang disediakan.

Saya terpisah dengan anak dan suami saat berada disini, sehingga tidak sempat mengambil foto bersama. Sempat mengikuti keponakan yang masih kecil tapi saat akan difoto justru berlarian kesana kemari.


anjarsundari.com
Bersama keponakan yang selalu berlarian; Dokumen pribadi.


anjarsundari.com
Menggelindingkan bola; Dokumen pribadi.

Ada beberapa wahana yang saya lewatkan karena sudah capek dan tiba-tiba kepala saya pusing. Sehingga ingin cepat-cepat keluar dan mencari tempat duduk untuk beristirahat.


anjarsundari.com
Maket distribusi aliran listrik; Dokumen pribadi.


anjarsundari.com
Seperangkat gamelan; Dokumen pribadi.


Ketika keluar dari gedung Oval saya sempat melewati gedung Planetarium, gedung PAUD dan kampoeng Kerajinan. Didepan gedung PAUD terdapat play ground sebagai arena bermain anak-anak, ada banyak alat permainan disana, seperti perosotan dan lain sebagianya. Tapi sayang saya tidak bisa masuk karena waktu kami sudah habis. Kami harus melanjutkan ke tujuan berikutnya yaitu Malioboro.

Saat keluar dari Taman Pintar waktu sudah menunjukkan hamper jam 16.00 dan kami hanya diberi waktu 1.5 jam untuk berada di Malioboro. Jam 17.30 kami sudah harus berkumpul kembali untuk pulang ke Semarang.

Jalan Malioboro

Siapa tidak mengenal jalan Malioboro? Merupakan nama sebuah jalan yang sangat terkenal di Yogyakarta. Merupakan salah satu ikon wisata dan mungkin sama terkenalnya dengan kota Jogja itu sendiri. Ibaratnya apabila berkunjung ke Jogja maka kurang lengkap jika melewatkan jalan panjang yang satu ini.

Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Malioboro)

Bagi saya tidak nendang rasanya kalau pergi ke Jogja tidak mampir sekalian ke jalan Malioboro. Meskipun hanya menyusurinya saja tanpa membeli apa-apa :)

Ketika keluar dari Taman Pintar menuju Malioboro kondisi mulai gerimis. Saya agak khawatir karena tidak membawa payung. Tadi bagaimana lagi? Show must go on, kan?

Kami terus berjalan menuju Malioboro. Saya pikir kalau nanti benar-benar hujan ya sudah beli saja payung hehe. Tetapi alhamdulillah ternyata tidak jadi hujan.

Banyak hal menarik yang kami temui sepanjang perjalanan dari Taman Pintar menuju kawasan Malioboro. Misalnya :
  • Banyak atraksi robot yang menawarkan foto bersama pengunjung dengan membayar sekian ribu rupiah. Karakter robot sangat beraneka ragam mirip yang ada di film transformer gitu. Ada beberapa anak bahkan remaja yang foto bersama. Selain robot ada juga karakter boneka mirip Dora the eksplorer.
  • Ada juga atraksi binatang reptil. Yang saya lihat dengan jelas adalah seorang bapak dengan membawa ular besar berwarna kuning (phyton?). Ular itu melilit tubuh bapak tersebut.
  • Kios-kios kerajinan dan cendera mata lain seperti t-shirt dan aneka batik.
Namun sayang saya tidak sempat mengabadikan semua peristiwa tersebut karena saat itu suasana gerimis sehingga kami berjalan cepat melewati mereka dan hanya sempat tengok-tengok beberapa detik saja.

Sampailah kami di jalan Malioboro yang fenomenal itu. Ketika saya memasuki lorong penjual aneka cendera mata, tiba-tiba saya merasa sedang berada di lorong pasar Johar Semarang. Sama saja sih ya, sama-sama sesak dan banyak pedagang dibilah kiri dan kanan.

Bedanya tentu saja jenis jualannya. Saya memang sudah lama tidak merasakan sensasi berjalan dilorong-lorong pasar Johar Semarang semenjak pasar tersebut mengalami kebakaran hebat beberapa bulan yang lalu (atau sudah setahun lebih ya? Lupa). Ada rasa kangen juga diam-diam :)

Setelah beberapa menit menyusuri lorong yang sangat ramai itu, saya, ibu, Vani, adik dan keponakan berhenti disebuah kios yang menjual aneka ragam cenderamata. Mulai dari gantungan kunci, gelang-gelang lucu sampai miniatur mobil, becak dll yang terbuat dari kayu.

anjarsundari.com
Memilih gantungan kunci; dokumen pribadi.
Yang paling banyak dibeli adalah gantungan kunci. Keponakan saya dan Vani rupanya ingin memberi oleh-oleh kepada teman mereka. Harganya juga murah meriah loh, tergantung pada ukuran dan bahan yang digunakan.

Ada yang 10.000 dapat 3, ada juga yang 10.000 dapat 4.


anjarsundari.com
Ada miniatur candi juga ternyata; Dokumen pribadi.


Selain membeli aneka macam gantungan kunci, saya juga membelikan 2 buah t-shirt lengan panjang untuk Vani. T-shirt tersebut bertuliskan 'Jogja' dibagian belakangnya.

Kios t-shirt sangat banyak kami jumpai disini dan hampir semuanya dipenuhi pembeli. Wah rupanya banyak juga yang liburan ke Jogya dan membeli cenderamata di jalan Malioboro ya :)


anjarsundari.com
Pedagang t-shirt yang laris manis; Dokumen pribadi.

Karena sudah capek berjalan lumayan jauh dan Vani juga mengeluh kakinya sakit, akhirnya rombongan keluarga kamipun memutuskan untuk kembali ke bis. Apalagi waktu sudah menunjukkan jam 5 lebih, sementara sesuai kesepakatan kami sudah harus berkumpul pada jam setengah 6.


Perjalanan pulang ke Semarang

Ketika kami sampai kembali di tempat parkir bis, ternyata..bisnya tidak bisa keluar alias terjepit diantara bis-bis lain. Iya. Karena tadi ketika mau parkir sebelum masuk Taman Pintar, pak sopir sempat kesulitan mencari tempat parkir. Akhirnya bis diparkir disuatu tempat, masuk gang gitu dan disana ada area lumayan luas. Ada juga beberapa bis pariwisata yang parkir ditempat tersebut.

Nah ketika kami mau pulang ternyata tempat parkir ini sudah penuh dengan bis-bis lain dan bis kami yang tadi datang lebih awal dan parkir agak kedalam sekarang jadi terjepit bis-bis yang datang belakangan deh.

Bisa ditebak jadwal kepulanganpun jadi molor dari rencana. Butuh waktu sampai dengan setengah jam untuk mengurai kesemrawutan di area parkir ini.  Alhamdulillah akhirnya kami berhasil meninggalkan jalan Malioboro pada sekitar jam 18.00.

Selanjutnya kami menuju rumah makan untuk makan malam dan sholat. Perjalanan agak tersendat karena macet lumayan lama. Sampai di tempat tujuan kami makan malam secara bergantian sekalian menunggu waktu sholat isya. Setelah masuk waktu isya kami melakukan sholat jama menggabungkan sholat maghrib dan isya.

Kurang lebih jam 19.30 kami melanjutkan perjalanan kembali. Tujuan selanjutnya adalah mampir ke pusat oleh-oleh bakpia dan makanan khas Jogja lainnya. Hanya butuh waktu sekitar setengah jam kami berbelanja oleh-oleh karena pada jam 21.00 bis sudah benar-benar meluncur menuju Semarang tanpa transit kemana-mana lagi. Tidak juga ke pom bensin untuk sekedar keperluan ke toilet.

Sudah pada capek dan ingin cepat-cepat sampai di rumah. Alhamdulillah perjalanan pulang kami lebih lancar dibanding perjalanan pergi tadi pagi. Ketika pulang pak sopir mengambil rute arah Klaten kemudian Boyolali terus Salatiga (semoga tidak salah urutannya).

Dan hanya butuh waktu sekitar 2 jam seperempat bagi kami untuk benar-benar sampai kembali ke rumah. Bandingkan dengan waktu berangkat menuju pantai Parangtritis yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam!

Hufff..lega rasanya ketika kaki ini menginjak halaman rumah. Semua berjalan dengan lancar sesuai rencana dan seharian tadi tidak turun hujan meskipun ada gerimis tapi hanya sedikit saja yaitu ketika kami berjalan menuju jalan Malioboro.

Dan beberapa menit kemudian ketika kami semua sudah berada di dalam rumah masing-masing, hujan turun dengan derasnya. Subhanallah :)

Begitulah cerita kami hari ini. Suatu hari yang seru dan menyenangkan. Tidak semuanya lancar tanpa aral, namun sangat berkesan.

Apakah teman-teman sudah pernah mengujungi Yogyakarta? Berapa kali? Dan tetap ingin kembali? Jogja, dilihat dari sudut manapun tetap ngangenin!


Wassalamu'alaikum.





13 comments:

  1. Bagiku Jogja itu murah meriah.. Jarang lho bisa nemu gantungan kunci @2000,dompet batik 10.000, kaos bahan halus 35ribu.. (Iki malah koyo bakul)Makanya, ayo ke Jogja! Tapi rombongan aja..soalnya klo nggak gitu, macet jalannanya..☺☺

    Reply Delete
  2. Waw!! I love Yogya Mbak :)
    Parangtritis udah berubah ya :)aku belum ke sono lagi. Terakhir jaman kkn karena kkn ku di sanden, deket situh.
    Tiap baca tentang Yk, malioboro, paris, aku jadi kangen yk, kangen banget.
    Seru ya foto2nya :)

    Reply Delete
  3. Terakhir kali ke Parangtritis itu aku hampir tenggelam, wkwk
    tapi enggak kapok kok!
    Jogja dan semua yang ada di dalamnya selalu bikin kangen buat balik lagi kesana...

    Reply Delete
  4. Parang tritis. Ingin sekali rasanya kesana, banyak teman2 mahasiswa di jogja yang fotoan disana

    Reply Delete
  5. Jadi kangen sama Parangtritis. Indah pantainya.

    Reply Delete
  6. Kalau buat cewek, paling seru pas di Malioboro. Dapat murah, asal pintar nawar. :D

    Reply Delete
  7. Kalau mau ke Jogja lagi, mau mengujungi Taman Pintar ah. Penasaran. Belum pernah ke sana. Mau ajk anak-anak juga. :)

    Reply Delete
  8. Jogja memang tempat yang cocok untuk tujuan wisata keluarga. Mudah dijangkau dan ongkosnya juga murah.

    Reply Delete
  9. Gelangnya cantik-cantik, ya? Jadi mupeng. :)

    Reply Delete
  10. wahhh, seru yah perjalanannya Mba,ikutan senang deh melihatnya :)

    hmm kapan yah saya bisa ke jogja lagi?

    Reply Delete
  11. Aku kalo mau piknik suka ngak bisa tidur malam nya hahaha

    Reply Delete