Tuesday, November 10, 2015

Arisan Dawis di Cafe Kayu Manis...

Assalamu'alaikum...


Ada tiga kegiatan sosial yang saya ikuti dilingkungan perumahan. Arisan PKK, arisan Dawis dan Pengajian bulanan.

Kalau arisan PKK jelas ya pesertanya seluruh ibu-ibu yang tinggal diwilayah lingkungan erte bersangkutan. Diadakan setiap satu bulan sekali tanggal dan harinya sih tergantung kesepakatan anggota. Kalau ditempat saya setiap hari minggu, minggu kedua jam empat sore.

Kalau arisan Dawis beranggota lebih sedikit karena merupakan sempalan dari arisan PKK. Misalnya satu erte dibagi beberapa dawis (dasa wisma). Di RT saya ada tiga kelompok dawis. Dan di dawis saya mengadakan arisan setiap hari sabtu sore, minggu pertama setiap bulannya.

Kalau pengajian diadakan setiap hari Minggu ketiga setiap bulannya jam empat sore.

Saya termasuk salah satu warga yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Saya berusaha meluangkan waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Alasannya sederhana :
Saya bekerja. Kebanyakan waktu saya berada di tempat kerja yang artinya waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga sangat terbatas.

Sehingga acara-acara tersebut memberi kesempatan kepada saya untuk silaturahim sekaligus up date berita-berita yang berhubungan dengan lingkungan RT saya.

Terutama arisan dawis, karena anggotanya adalah tetangga terdekat yaitu kami yang tinggal dalam satu gang. Ini penting sekali.

Karena meskipun tempat tinggal kami saling berdempetan tetapi tidak setiap hari bisa bertemu, terutama saya karena berangkat kerja pagi jam tujuh dan sampai rumah kembali sore jelang maghrib.

Arisan itu sendiri hanya limapuluh ribu per orangnya dan sudah tidak greget lagi untuk mengetahui siapa yang mendapat karena sejak bukaan arisan pertama sudah diundi dengan penomoran. Yang lebih penting adalah kekompakan kami untuk selalu menghadiri...

Kebetulan hari Minggu kemarin tanggal 1 November 2015 ada pergantian pengurus di Dawis kami. Jabatan pengurus biasanya dijabat oleh dua orang yaitu Ketua dan Wakil. Periodenya selama satu tahun dan dijabat secara bergiliran menurut deretan rumah.

Jadi nanti semua warga akan merasakan jadi pengurus karena kalau tidak dibuat sistem seperti itu kebanyakan warga tidak mau mengemban jabatan tersebut, termasuk saya tentunya..hehehe...

Yang istimewa adalah, kalau biasanya pergantian pengurus itu hal biasa artinya ya sudah serah terima saja, selesai. Tapi kali ini kami memutuskan sekalian makan diluar...yeeeyyy...

Pakai uang kas pastinya ya karena memang ada dana dan sudah direncanakan satu bulan sebelumnya.

Tempat makan yang kemudian kami pilih setalah mensurvey sana-sini adalah di Cafe Kayu Manis jalan Durian Raya Banyumanik Semarang.

Jumlah anggota Dawis sebenarnya ada tigabelas orang, tetapi ada dua orang yang berhalangan hadir sehingga kami hanya bersebelas saja.

Karena direncanakan untuk makan siang maka kami berangkat setelah sholat Dzuhur, dengan waktu perjalanan sekitar seperempat jam kurang lebihnya.

Kami menempati sebuah tempat yang diset untuk lesehan. Tempat ini menyatu dengan tempat duduk lainnya dalam satu ruangan, hanya dipisahkan pembatas semacam pagar dengan lantai yang lebih tinggi.

Menunya seperti biasa, semacam penyetan, ayam, bebek, iga, cumi dan ikan dengan aneka jenis masakan. Aneka tumis sayuran dan minumannya jus buah, es teler, teh botol javana dan tentu saja air mineral.

Kami memesan penyetan ikan bakar lengkap dengan nasi, tahu, tempe goreng, sambal dan lalapan.

Ada juga beberapa macam tumisan : tumis kangkung, tumis taoge campur teri, tumis jamur dan tumis brokoli tahu. Minumnya teh botol. Kalau mau nambah menu boleh saja tapi bayar sendiri secara pribadi.. hehe..ya iyalah...

Harganya..? Dengan menu seperti ini masih wajar kok. Kalau seperti yang kami pesan itu perporsinya Rp.20.000,-. Kalau tumisan bervariasi sesuai jenisnya, sekitar Rp. 8.000,- sampai kurang lebih Rp. 15.000,- per porsinya. Es telernya sekitar Rp.15.000,-.


Oya kami juga membawa snack kemasan doos yang kami pesan di toko roti yang terletak di jalan Jati Raya perumnas Banyumanik. Isinya ada tiga macam yaitu : roti potong, ketan enten-enten berbentuk segitiga dan risoles dengan bentuk segitiga pula plus air mineral gelas. Harganya murah lho, perdoosnya hanya Rp.5.500,-

Jadi kalau ditotal makanan dan snack kurang lebih hanya Rp. 500.000,- sampai Rp. 600.000,- saja untuk tiga belas orang (untuk dua orang warga yang nggak ikutan kami tetap bawakan). Murah bukan?

Sekarang waktunya makan...tadaaaa...nggak ada foto makanannya...

Tahu kenapa..?? Pas makanan sudah terhidang di depan mata, mau ambil foto ragu-ragu karena belum terbiasa jepret-jepret makanan apalagi di depan tetangga...maluuuu...belum pede kalau mau foto-foto makanan didepan banyak orang...hehehe...

Jadilah tulisan ini ada bahasan makanan tapi tanpa penampakan..hihihi...lain kali aja ya kalau pas makan bersama keluarga...

Lanjut...
Setelah makan selesai acara diteruskan dengan serah terima jabatan..cieehh.. dan kemudian ada foto-foto cantik yang salah satunya saya pasang diatas. Sayang saat pengambilan foto ada dua tetangga yang sudah pulang duluan..

Intinya acara ini sangat seru, kami banyakan ketawa ketiwi. Pokoknya pengin lagi deh..coba kalau tiap arisan dawis seperti ini ya...pake uang kas lagi...*maksudnya...??! Heheh...

Kurang lebih dua jam kemudian acara selesai dan kami kembali ke rumah.

Terlepas dari acara makan-makan ini bagi saya pribadi kegiatan sosial baik di erte, dawis maupun pengajian ada banyak manfaatnya antara lain :

1. Sarana silaturahim. Acara-acara tersebut sangat bermanfaat sebagai fasilitas silaturahim bagi saya dengan para tetangga.
2. Mendapatkan berita terbaru yang terjadi disekitar lingkungan perumahan. Seperti beberapa waktu yang lalu pas ada pertemuan saya baru tahu kalau ada beberapa anak tetangga yang terkena typus dan cacar air. Atau baru tahu juga kalau ternyata Ibu A sudah melahirkan dan lain sebagainya.
3. Menambah ilmu. Dari pengajian tentunya, karena ilmu agama saya masih sangat dangkal jadi kalau ada jadwal pengajian selalu rajin untuk cas ilmu pengetahuan tentang keagamaan.
4. Berbagi. Pada acara pengajian maupun arisan selalu ada daftar ibu-ibu yang kebagian jatah menyediakan snack. Buat saya pribadi tidak ada masalah dan selalu saya usahakan memberikan yang terbaik sekuat kemampuan saya.
5. Berinfak. Pada acara pengajian selalu ada kotak infak yang beredar. Bagi saya itu kesempatan untuk menambah amal. Aamiin... Tidak penting jumlahnya yang utama adalah keikhlasan kita untuk berpartisipasi.

Dengan banyaknya kebaikan dan manfaat yang bisa saya dapatkan dari acara-acara tersebut sepertinya tidak ada alasan bagi saya untuk melewatkan, kecuali ada hal penting yang tidak bisa ditinggalkan.

Pastinya teman-teman juga punya acara rutin seperti itu kan..?

Wassalamu'alaikum...








43 comments:

  1. iya harus rame mbak Dona...wajib itu... :)

    Reply Delete
  2. wah berarti saya kalau sudah jadi ibu rumah tangga harus aktif di kegiatan arisan dan pengajian ya biar silaturahmi tetap terhubung :)

    Reply Delete
    Replies
    1. iya mbak Dewi sebaiknya aktif kalau ada waktu... :)

      Delete
  3. Eh, seru ya Bu..
    kalo ditempatku dawisnya nggak aktif, cuma arisan RT aja

    Reply Delete
  4. Eh, seru ya Bu..
    kalo ditempatku dawisnya nggak aktif, cuma arisan RT aja

    Reply Delete
    Replies
    1. dulu juga nggak aktif mbak, tapi kemudian diaktifkan atas permintaan kelurahan... :)

      Delete
  5. kayanya gerombolan ibu-ibu arisan bukan ditempat saya aja ya mbak, itu ibu-ibu pengajian juga ya mbak, walah hebat nih sambil silaturahmi ya.hihi

    Reply Delete
  6. dimana-mana yang namanya ibu-ibu arisan selalu rame ya mas... :)

    Reply Delete
  7. saya juga suka banget ikut arisan mbak :)
    tahun ini 3 jenis arisan yang saya ikuti :)

    Reply Delete
    Replies
    1. Emak-emak memang nggak boleh jauh dari arisan ya mbak.
      . :)

      Delete
  8. makasih diingtatka, dah lama absen ngaji :(

    Reply Delete
    Replies
    1. saya juga mengingatkan diri sendiri ni mbak Kania... :)

      Delete
  9. karena saya masih keluarga baru, entah kenapa belum suka aja ikut arisan, belum pede kali ya, hihi

    Reply Delete
    Replies
    1. keluarga baru masih malu-malu ya mbak Aiy... :)

      Delete
    2. bener bangett... lagian masi tinggal ama ortu, jadi yaa biar mama aja deh yang mewakili hahaha

      Delete
  10. Mb, perumahan njenengan ini sama villa mulawarman daerah Jabung deket nggak?

    Reply Delete
    Replies
    1. Nggak begitu jauh sih mbak Sulis kurang dr 10 km...rumah saudara ya mbak?
      Kalau pas kesana mampir mbak... :)

      Delete
    2. Nggak begitu jauh sih mbak Sulis kurang dr 10 km...rumah saudara ya mbak?
      Kalau pas kesana mampir mbak... :)

      Delete
    3. Rmh sahabat mbak..asli jogja, tp karna kerj di undip trus beli di sana. Pernah nginep sekali mbak...

      Delete
  11. Di kampungku nggak ada dawis mba soalnya 1 RT cuma 20an KK aja. Klo arisan PKK RT aja yg hadir sekitar 17 orang hihihii.. Aku juga selalu hadir di arisan PKK mba. Klo ga datang bakalan dicariin deh... *sok ngetop banget siiyy :))

    Reply Delete
    Replies
    1. kalau ditempat sy tidak dicariin mbak, tapi ada absennya...jadi kalau sering ngga hadir ketahuan... :)

      Delete
  12. Seru itu klo bsa ngumpul bareng teman di tengah aktivitas kita yg padat.
    jadi ada me time :)

    Reply Delete
    Replies
    1. Ya mbak Arinta kami arisan Dawis satu bulan sekali... :)

      Delete
  13. Kumpul gitu kayaknya seru deh.. Duh, jadi kangen temen-temen

    Reply Delete
    Replies
    1. Ayo kumpulin teman-teman mbak Zalfaa..pasti seru deh.. :)

      Delete
  14. Ramee.. saya arisan seangkatan waktu kuliah aja susah ngumpul sebanyak anggota arisan Dawisnya Mbak :D

    Reply Delete
  15. Hihii klo sudah arisan masalah menu memang plg asyikk ya mb diobrolin...jadi pingin posting pas arisan di tempat kakakku deh

    Tp itu menunya bisa macem2 gitu y

    Reply Delete
    Replies
    1. Menunya banyak mbak Nita tinggal pilih, kalau saya menyesuaikan kantong aja sih...:)

      Delete
  16. kapan-kapan aku ke Semarang lagi ketemuan yuk mbak

    Reply Delete
  17. Replies
    1. benar-benar asyik mbak Ika, sekali-kali beda ya... :)

      Delete
  18. Replies
    1. Dawia itu dasa wisma mbak Lid, semacam perkumpulan PKK tapi anggotanya lebih sedikit, kalau ditempat saya tetangga satu gang... :)

      Delete
    2. Dawia itu dasa wisma mbak Lid, semacam perkumpulan PKK tapi anggotanya lebih sedikit, kalau ditempat saya tetangga satu gang... :)

      Delete
  19. asyik mbak..aku dah lama di dawisku ga ada acara outdoor...jd pingin

    Reply Delete